Jenazah Masih Mengeluarkan Darah

Ustadz Farid Nu'man Hasan

TANYA JAWAB FIKIH ISLAM

Dijawab Oleh : Ustadz Farid Nu’man Hasan

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

Ustadz… Saya mau bertnya, kemarin adik saya meninggal dunia dikarenakan kasus pengeroyokan, dan saya kemarin habis menguburkan adik saya tapi pada saat dikuburkan dan ingin menempelkan muka adik saya ke tanah ada darah yang keluar dari hidung/mulut. Kira-kira itu sah atau tidak atau hukumnya harus bagaimana?

JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة

بسم الله الرحمن الرحيم

Jika jenazah setelah di mandikan atau dikafankan mengeluarkan darah yang sedikit, maka itu dimaafkan. Tidak perlu mengulang mandi dan kafannya. Hal ini tidak ada perbedaan pendapat para ulama.

Imam Ibnu Qudamah mengatakan:

لا نعلم بين أهل العلم في هذا خلافا، والوجه في ذلك، أن إعادة الغسل فيها مشقة شديدة، لأنه يحتاج إلى إخراجه وإعادة غسله وغسل أكفانه وتجفيفها أو إبدالها، ثم لا يؤمن مثل هذا في المرة الثانية والثالثة، فسقط ذلك، ولا يحتاج أيضا إلى إعادة وضوئه ولا غسل موضع النجاسة دفعا لهذه المشقة ويحمل بحاله

Kami tidak ketahui adanya perbedaan pendapat dalam hal ini. Alasannya adalah mengulang mandi itu mendatangkan kesulitan yang sangat berat. Sebab, perlu dikeluarkan (dari kuburnya), memandikannya lagi, mencuci kafannya, atau menukar kafannya, lalu hal ini tidak menutup kemungkinan kejadian lagi yang kedua ketiga, dan gugur lagi. Maka tidak perlu mengulangi wudhu dan mandi, dan tidak perlu juga memandikan bagian najisnya dan hendaknya dibawa sesuai dengan keadaannya. (Al Mughni, 3/389)

Wallahu A’lamu Bi Shawab

Sumber Grup WA MANIS : www.manis.id