Surat Dr. Hasan Al-Qanu’ dari Gaza Utara

Gaza Utara

“Situasinya sangat menyedihkan, penderitaan semakin meningkat, cobaan semakin berat, dan ketakutan mencapai puncaknya. Puluhan orang dibakar sampai mati di wilayah utara tanpa pemberitaan media, karena tidak ada seorang pun yang dapat mencapai tempat pembantaian. Serangan penjajah masih  terus berlanjut. Ada ratusan syahid dan terluka tergeletak di jalanan, termasuk beberapa korban yang dagingnya dimangsa anjing. Selain itu, ada ratusan orang yang terluka dan tergeletak di jalanan.

Mereka terluka dan terus mengeluarkan darah. Beberapa dari mereka akhirnya syahid. Tidak ada rumah sakit yang beroperasi di utara karena penjajah menarget Rumah Sakit Indonesia, Rumah Sakit Kamal Adwan dan Rumah Sakit Al-Awda, sehingga tidak bisa memberikan layanan kepada pasien.

Semua pusat kesehatan lainnya juga menjadi target serangan. Bahkan kru medis, ambulans serta kru pertahanan sipil yang bekerja di lapangan. Salah satu tetangga saya memberitahukan bahwa dia mencapai tempat ayahnya yang terbakar dengan susah payah, bahkan dia hampir kehilangan nyawa. Dia menemukan ayahnya sudah menjadi daging hangus. Dia mengemasnya ke dalam tas plastik, menggali lubang, dan menguburnya.

Kuburan ada di mana-mana, di rumah sakit dan pusat-pusat pengungsian, di gang-gang dan jalan raya. Di mana pun seseorang menjadi syahid, ia dikuburkan di tempat tersebut karena pesawat-pesawat penjajah menarget segala sesuatu yang terlihat diangkut.

Tentang mereka yang mengungsi dari rumah dan pusat pengungsian mereka, kita tidak dapat menggambarkannya. Terdapat seperempat juta pengungsi yang kini tidur di tanah dan beratapkan langit. Situasinya sangat sulit dan tragis. Kami belum pernah mengalaminya sejak awal perang.

Dua minggu lalu, sebagian besar dari mereka tidak memiliki tempat berlindung, tanpa makanan, bahkan air tidak tersedia secara memadai. Dari sisi kebersihan, semua orang tidak berganti pakaian selama dua minggu karena mayoritas mereka keluar untuk menghindari pemboman dan pembakaran. Tidak ada seorang pun yang bisa membawa apa pun.

Semua orang tidak punya apa-apa karena selama 235 hari menghadapi perang pemusnahan dan pembersihan etnis. Belum lagi penderitaan keluarga dan orang-orang terkasih di Rafah serta pembunuhan dan pembakaran yang mereka alami di depan mata seluruh penduduk dunia, dan tidak ada seorang pun yang melakukan apa pun sehubungan dengan pengkhianatan pemerintahan Arab dan muslim, kecuali reaksi sporadis di sana-sini, seolah-olah yang terjadi  hanya terbakarnya tenda-tenda ketika orang-orang sedang tidur yang mengakibatkan hangusnya mayat-mayat.

Tetapi mereka tidak peduli dengan itu semya. Kami berterima kasih atas setiap upaya yang dilakukan untuk meringankan penderitaan rakyat kami, dan kami sangat menghargai semua aksi dan dukungan kemanusiaan di Amerika, benua Eropa dan beberapa kota Arab dan Islam lainnya. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang memboikot produk-produk Amerika dan lainnya yang mendukung pendudukan.

Dr.. Hassan Al-Qanu’ Palestina – Gaza Utara 29 Mei 2024