Purbalingga – Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), organisasi otonom (Ortom), dan warga Muhammadiyah berpartisipasi dalam acara bedah buku yang bertajuk “Titik Pisah Fiqih Salafi-Muhammadiyah”. Acara ini diselenggarakan di Gedung Muhammadiyah Purbalingga Ahad, 9 Juni 2024 – pada pukul 09.00 hingga selesai.
Acara bedah buku ini menghadirkan Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sekaligus penulis buku “Titik Pisah Fiqih Salafi-Muhammadiyah”. Dalam paparannya, Dr. Ali Trigiyatno menyampaikan berbagai poin penting yang menjadi dasar perbedaan antara pandangan fiqih Salafi dan Muhammadiyah, serta menjelaskan latar belakang historis dan teologis dari kedua aliran tersebut.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua PDM Purbalingga, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dr. Ali Trigiyatno dan pentingnya kegiatan ini untuk memperkaya wawasan keislaman warga Muhammadiyah. Bedah buku ini tidak hanya menjadi ajang diskusi intelektual, tetapi juga sebagai upaya mempererat silaturahmi antar anggota dan memperdalam pemahaman terhadap fiqih yang dianut.
Selama sesi tanya jawab, para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang berbagai isu terkait perbedaan pandangan antara Salafi dan Muhammadiyah. Diskusi yang berjalan dengan dinamis dan interaktif ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam menggali lebih dalam tentang topik yang diangkat.

Dengan adanya kegiatan bedah buku ini, diharapkan dapat menambah pemahaman dan toleransi antar berbagai pandangan fiqih dalam Islam, serta memperkuat posisi Muhammadiyah dalam mengembangkan pemikiran keagamaan yang moderat dan inklusif.
Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada Dr. H. Ali Trigiyatno sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam memperkaya khazanah keilmuan Muhammadiyah. Para peserta kemudian menikmati jamuan makan siang bersama, menambah keakraban dan semangat persaudaraan di kalangan warga Muhammadiyah Purbalingga. /msrn
Sumber FB: Wasis Aman